Senin, 31 Oktober 2011

Intenet Untuk Pendidikan


Internet Untuk Pendidikan
PDF
Cetak
E-mail


A. Pendahuluan
Beberapa pakar berpendapat bahwa masuknya teknologi komputer dikenal sebagai revolusi ketiga dalam dunia pendidikan. Revolusi pertama ditandai dengan ditemukannya teknologi pencetakan buku. Sedangkan revolusi yang kedua adalah munculnya konsep perpustakaan. Teknologi komputer yang mulai dikembangkan pada awal tahun 1950-an telah memberikan manfaat yang luar biasa bagi kehidupan manusia (Heinich, dkk. 1996). Komputer dapat dijadikan sebagai objek pembelajaran, misalnya ilmu komputer (computer science). Komputer dapat juga digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan proses tertentu, misalnya penghitungan atau kalkulasi dan penyimpanan data serta pemrosesan kata dan data (word and data processing),  komputer dapat dijadikan sumber informasi dan alat komunikasi misalnya internet.Internet merupakan sarana penting bagi Dosen/guru untuk mengembangkan profesionalitasnya. Pangkalnya internet telah memberikan akses menakjubkan mengenai informasi pendidikan maupun informasi lain sampai dibelahan bumi mana saja di seluruh dunia dalam waktu singkat. Hasil-hasil penelitian yang termuat dalam  jurnal-jurnal pendidikan, program pendidikan terbaru diberbagai negara, buku-buku terbaru, model kurikulum terbaru, profil pendidikan dari TK sampai ke perguruan tinggi, kebijakan pendidikan, dan pendalaman pelajaran  dapat diperoleh dengan mudah dan cepat. Jika dulu untuk memperoleh hasil penelitian pendidikan dengan datang ke perpustakaan atau membayar untuk membeli jurnal, sekarang dengan internet cukup mengakses jurnal yang dapat dilakukan sendiri di rumah atau dimana saja dengan menu yang sama, bahkan lebih banyak dan bermacam-macam. Jika informasinya kurang lengkap kita bisa pesan melalui e-mail yang tersedia.
 Untuk menulis makalah, buku, artikel atau menyusun skripsi, tesis maupun disertasi akan menjadi mudah karena sumbernya tersedia. Kita bisa mencoba membuka http://www.ut.ac.id, http://www.depdiknas.go.id/balitbang  atau buka ERIC Digest, ERIC database, ERIC/EECE, atau bisa mencari melalui search engine yang disediakan oleh www.altavista.com, www.yahoo.com atau lainnya maka akan diperoleh puluhan dokumen dan hasil penelitian tentang pendidikan maupun lainnya. Dengan internet dosen/guru dapat saling tukar menukar informasi mengenai pengalaman mengajar, persoalan-persoalan yang menyangkut masalah pendidikan baik kepada sesama dosen/guru, maupun dengan mahasiswa/peserta didik dengan fasilitas internet seperti e-mail, dan teleconference. Antar perguruan tinggi/sekolah dapat saling berhubungan untuk saling tukar menukar informasi, proses belajar mengajar tidak hanya di kampus/kelas saja tapi melalui  jarak jauh dapat dilaksanakan.
Pendek kata dengan internet kita bisa melakukan apa saja. Dari mencari berita, kursus, kirim “surat”, belanja, main game,  sampai ngobrol. Melalui internet, siapa saja, dimana saja dan kapan saja  dapat mengakses informasi dan berkomunikasi dengan murah, mudah dan cepat bahkan simultan. Murah, mudah dan cepat serta interaktif (dua arah bahkan lebih) menjadi karakteristik internet yang menyebabkan terjadinya lompatan (kuantum) penggunaan internet. Untuk mencapai 50 juta users , TV membutuhkan waktu 13 tahun, komputer 16 tahun, radio 30 tahun sedang internet hanya membutuhkan waktu 4 tahun.
Di Indonesia per bulan Mei 2000  terdapat 300.000 pelanggan internet dengan 1.500.000 pengguna internet (Swa Bisnis,  2000). Menurut SWA-Markplus, dari lima kota (daerah) yang mereka survey yaitu Jabotabek, Surabaya, Bandung, Yogyakarta dan Medan akses internet dari perguruan tinggi dan sekolah terbilang kecil rata-rata 6,7%. Bandingkan dengan akses dari warnet yang menunjukkan angka 45,8% atau dari rumah 19%. Rupanya internet di kampus dan sekolah belum menjadi kebutuhan. Masih banyak kepala sekolah yang menganggap internet belum jelas manfaatnya di sekolah. Karena itulah mereka tak melengkapi sekolahnya dengan internet. Alasan lain karena faktor dana dan tidak tersedianya sumber daya yang paham internet. Demikian diungkapkan Amir Faisal, staf Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan (Dimenjur) yang sering berkunjung ke sekolah-sekolah di Indonesia untuk melatih penggunaan internet.  Dari 700 Sekolah Menengah  Kejuruan (SMK) Negeri di Indonesia, baru 300 sekolah yang membuka Internet, “tuturnya. (Republika, 17/10/00). Padahal untuk meningkatkan mutu pendidikan dan meningkatkan profesionalitas para praktisi pendidikan terutama dosen/guru, serta mahasiswa/siswa sudah saatnya mereka memanfaatkan komputer, jaringan komputer (internet)   sebagai media pendidikan dan pengajaran .  
Di Indonesia, pemanfaatan jaringan komputer bukan merupakan hal yang baru, walaupun akses pemanfaatan tersebut dalam kenyataannya masih sangat terbatas. Jaringan komputer memiliki potensi yang cukup besar untuk digunakan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan proses pendidikan jarak jauh. Paulson (1995, dikutip dalam Pribadi,  Benny A.  dan  Rosita,  Tita,  2000) mengemukakan tujuh kemungkinan aplikasi pedagogis komputer yang meliputi: (1) distribusi informasi; (2) komunikasi dua arah antara tutor dengan mahasiswa; (3) alternatif pengajaran tatap muka; (4) tutorial umum; (5) bimbingan antar sesama mahasiswa; (6) sarana diskusi; dan (7) sarana perpustakaan. 
B. Mengenal Internet
 Internet adalah jaringan global yang menghubungkan jutaan komputer di seluruh dunia, dimana komputer yang tersambung ke internet menyediakan informasi yang terbuka untuk umum, sehingga pemakai internet akan dapat menghubungi banyak komputer kapan saja, dari mana saja di belahan bumi ini untuk mengirim berita, memperoleh informasi ataupun transfer data.Sedangkan secara teknis internet adalah sejumlah besar komputer yang terhubung satu sama lain dan berbicara dengan bahasa jaringan yang sama yaitu TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Dengan menggunakan internet maka dapat diperoleh keuntungan :1.       Komunikasi dengan biaya murah. Internet selain menyediakan informasi , juga dapat sebagai sarana komunikasi. Dengan menggunakan IRC pengguna internet dapat berkomunikasi lewat keyboard dan bahkan jika PC dilengkapi dengan sound card, speaker, video card, kamera dan lain-lain peralatan pendukung anda dapat ber-telekonferensi. Bahkan internet juga dapat digunakan sebagai pengganti mesin fax dan kemanapun anda mengirimnya cuma dihitung sebagaimana pulsa lokal.2.       Sarana mendapatkan informasi kemajuan dunia. Internet menyediakan informasi berbagai perkembangan terakhir dari kemajuan berbagai informasi perkembangan terakhir dari kemajuan teknologi, medical, militer dll. Berbagai informasi produk baru, informasi bisnis, management, moneter dll.3.       Memelihara hubungan. Surat yang biasa anda kirim lewat kantor pos misalnya sering diistilahkan dengan surat siput. Hal ini tidak terjadi jika anda menggunakannya lewat internet. Sehingga hubungan dengan rekan bisnis, keluarga maupun instansi tertentu dapat berjalan cepat dan lancar dan cepat dengan internet.4.       Membentuk kelompok diskusi atau bisnis. Sebagaimana dalam masyarakat yang layaknya, sering terjadi suatu kelompok profesi tertentu yang saling memberikan informasi. Hal inipun terjadi pada para pemakai internet sehingga terbentuk kelompok diskusi atau bisnis yang tentunya anda dapat bergabung di dalamnya.5.       Sarana promosi. Bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang tertentu dapat mengiklankan dan memberi informasi produknya lewat internet. Bahkan kesempatan inipun sering dipakai oleh pihak pemerintah  untuk memperkenalkan obyek wisata lewat internet.6.       Sarana hiburan. Dalam internet juga disajikan berbagai permainan menarik, bacaan berbagai media, komik dll. (Adi Nugroho dan Saiful Bakhri, 1997:11).; Berbagai layanan (services) dapat diperoleh melalui internet. Layanan-layanan internet tersebut diberikan oleh penyelenggara layanan internet atau Internet Servicer Provider (ISP) yang memberikan akses internet bagi pelanggannya. Layanan-layanan tersebut antara lain adalah :·          E-mail (electronic mail) atau surat elektronik memungkinkan seseorang mengirim dan menerima surat melalui Internet. Dengan e-mail penerima bisa menerima pesan kurang dari 1 menit bahkan hanya 5-10 detik. Jika pada surat atau fax/telepon jauhnya jarak akan mempengaruhi biaya/pulsa. Maka pada e-mail biaya akan sama untuk semua jarak hanya senilai pulsa lokal. Pada awalnya e-mail hanyalah berupa teks, tanpa gambar/grafik tapi saat ini kita bisa membuat e-mail dengan tulisan indah dan gambar, selain itu pengirim juga dapat menyertakan lampiran (attachment) berupa file atau grafik atau apa saja.Aplikasi/program : Eidora, Netscape Messenger, Microsoft mail (Outlook Express).·          News atau berita adalah serupa dengan poster yang ditempel di papan pengumuman yang dapat dibaca oleh semua orang. News dikelompokkan ke dalam newsgroup. Newsgroup merupakan kelompok diskusi, mulai dari diskusi tentang hardware, software komputer, ilmu pengetahuan, masalah sosial, debat politik, agama lingkungan, hingga masalah hobi dan rekreasi.Aplikasi /program antara laian Outlook Express.·          FTP (File Transfer Protocol) merupakan protocol untuk memindahkan file. Pemakai internet dapat mengirimkan (upload) dan mengambil (download) file dari komputer lain yang tersambung ke internet.Aplikasi/program : antara lain WS-FTP, Cute-FTP·          Internet Relay Chat (IRC) adalah percakapan tulisan melalui internet. IRS merupakan semacam forum diskusi atau konferensi jarak jauh.Aplikasi/program antara lain : Microsoft Chat.·          Word Wide Web (WWW) atau disebut web adalah informasi yang disajikan berupa halaman-halaman (page) yang berisi teks dan/atau gambar/grafik. Suatu halaman web dapat memiliki kaitan (link) ke sembarang halaman mana saja sehingga seolah-olah menyerupai suatu jaringan laba-laba (web) berskala dunia, dan karenanya disebut word wide web. Jumah layanannya berkembang paling cepat dibanding yang lain. Hal ini terutama disebabkan karena tampilan sangat indah dan bagus, selain gambar juga berisi suara dan video; serta menggunakan konsep hypertext yang mempunyai kemudahan dan kecepatan luar biasa.Aplikasi/program untuk akses www disebut web browser, diantaranya adalah Nescape Navigator atau Internet Explorer. Halaman web milik seseorang atau suatu organisasi yang biasanya ditampilkan pda saat pertama kali web browser dijalankan disebut home page dari  orang atau organisasi tersebut.  Dimasa depan internet akan menyatukan semua fungsi telekomunikasi, informasi dan elektronik seperti data, image, suara, video, telepon dan faks dengan kecepatan luar biasa dan biaya yang murah. Penerapan telekonferensi  melalui internet telah memotong biaya bepergian ke luar negeri dengan tajam. Suatu hari  kelak, semua orang akan terkoneksi ke internet dan hampir semua bisnis akan dilakukan dengan fenomena ini. (Wahyu Purnomo, 2000:4). Ada beberapa cara akses ke internet, yaitu :1.        Menghubungkan komputernya dengan jaringan komputer yang sudah tergabung dengan internet secara leased line. Hubungan ini bersifat permanen, 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Hubungan ini biayanya sangat mahal dan biasanya untuk organisasi berskala besar yang mempunyai suatu mesin komputer dengan banyak pemakai yang bersama-sama mengakses ke internet. Pada cara ini memerlukan media untuk transmisi melalui kabel khusus.2.        Menghubungkan komputernya dengan penyelenggaraan layanan internet atau Internet Service Provider (ISP), melalui saluran telpon bisa dan software komunikasi ditambah modem. Cara seperti ini jauh lebih murah dan mudah daripada cara pertama serta banyak digunakan. Cara seperti ini yang baik digunakan untuk kita, sekolah kita.3.        Hubungan lewat gateway. Merupakan hubungan ke internet lewat suatu pintu gerbang, baik ke luar maupun ke dalam. Hubungan lewat gateway ini sangat baik ditinjau dari segi keamanan karena akan melindungi jaringan pribadi dari akses-akses dari luar yang tidak dikehendaki. Sedangkan akses dari dalam juga dapat dibatasi penggunaannya sehingga lebih mudah dalam mengelola dan mengendalikan jaringan tersebut. Kelemahan hubungan ini adalah, tidak semua pemakai dalam jaringan tersebut mempunyai hak akses yang sama ke internet, sehingga seringkali pemakai tidak dapat menikmati semua layanan yang ada di internet. (Wahyu Purnomo, 2000:5)  
Selanjutnya untuk dapat menjalankan internet. Anda perlu seperangkat hardware dan software sebagai berikut (Adi Nugroho dan Saiful Bakhri, 1997):1.       Komputer IBM PC atau Macintosh. Untuk komputer jenis IBM dan yang lebih kompatibel disyaratkan berbasis microprocessor 486 atau yang lebih tinggi seperti microprocessor Pentium.Monitor warna dengan 16-warna atau lebihRAM (Random Acces Memory) pada komputer paling sedikit 8 Mb. Hard disk minimal tersedia ruang bebas 10 Mb.2.       Modem sebagai alat bantu operasi internet pada MS Windows3.       Saluran Telepon4.       Akses Internet, untuk ini anda dapat menghubungi penyedia jasa internet seperti Telkomnet, meganet dll.5.       MS Windows untuk memperoleh dukungan internet dasar bagi komputer6.       Program internet yang berfungsi sebagai Client atau protocol Internet 
C. Pembinaan Mutu Guru Melalui Internet
Internet merupakan wahana amat potensial untuk meingkatkan mutu guru. Akses terhadap internet memungkinkan jangkauan pendidikan semakin luas, tidak terbatas oleh tempat, waktu dan keadaan. Dengan internet guru akan belajar mandiri untuk meningkatkan profesionalitasnya. Negara yang paling maju dalam memanfaatkan internet untuk pendidikan adalah Amerika Serikat dengan prioritas utama diberikan kepada guru. Untuk membuka akses para guru ke jaringan internet, Pemerintah AS memberikan subsidi dalam bentuk jaringan Cuma-Cuma. Program yang disebut “Blue Ribbon Schools” itu menyiapkan apa yang disebut sebagai “Guru Abad ke-21” (The 21st Century Teacher). Caranya, dari tiga juta guru di seluruh AS, dipilih 100.000 guru yang terbaik yang akan membagikan kelebihannya melalui jaringan internet. Mereka kira-kira sama dengan guru Inti di Indonesia. Tentu saja setiap guru mempunyai akses ke internet. Melalui jaringan internet, 2,9 juta guru lainnya belajar dari guru-guru yang terpilih itu. Terbuka pula kesempatan yang luas bagi guru manapun untuk ikut berdiskusi dan menyumbangkan pemikirannya melalui internet. Untuk itu tersedia sebuah site khusus yaitu Teachers Web Page yang dapat diakses di : http://www.ed.gov/inits/teachers/teach.html. Untuk mengetahui lebih jauh tentang berbagai penelitian dan pengkajian tentang pendidikan termasuk guru, masuk ke ERIC Clearinghouse di : http://www.aspensys. com/eric/barak.html. Untuk mengetahui tentang kurikulum sekolah, jenguk Curriculum Web di: http://www.curriculumweb.org/cw/. Disamping itu, setiap guru inti membina lima orang guru yang merupakan “guru imbas”. Melalui efek bola salju (snow ball) maka jumlah guru yang bermutu tinggi semakin bertambah. Hal yang sama dilakukan di negara-negara maju lainnya, meskipun belum menjadi gerakan nasional. (Dedi Supriadi, 1999:13-14) Dalam internet, pendidikan hanyalah bagian kecil dari belantara informasi yang tersedia. Ibarat sebuah sudut kecil dalam sebuah supermarket, namun sudut kecil itu memuat luar biasa banyaknya informasi yang bisa kita akses. Kita dapat mengakses informasi apa saja tentang pendidikan, misalnya kita mau mengkases tentang teori belajar mulai dari aliran behaviourisme sampai ke reconstructionisme bahkan  teori belajar dari Ki Hadjar Dewantoro. Kita dapat mengakses teori psikologi belajar terbaru seperti learner outonomy, cooperative learning, self asessment, social learning, quantum learning dan sebaginya. Kita dapat mengakses hasil penelitian terbaru melalui jurnal-jurnal yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi baik di dalam maupun di luar negeri dan lembaga-lembaga lain, yang kesemuanya itu dapat kita peroleh secara gratis untuk  mengembangkan profesi keguruan kita. 
Coba buka situs organisasi yang membuka website, anda tinggal meng-klik Internet Explorer dan pada address ketik situs yang ingin anda kunjungi misalnya : http://www.eltnewsletter.com, kemudian klik go, tunggu beberapa saat maka akan muncul page (halaman) yang berisi informasi yang anda cari, selanjutnya gunakan menu-menu perintah Internet Explorer yang berada dibagian atas untuk membuka halaman-halaman lain, jika anda hendak menyimpan data klik [file save as] tinggal pilih anda mau menyimpan di my document (dalam hard disk) atau ke flasdisk. Jika mau mencetak file cukup klik gambar printer di bagian menu atau anda klik [file print] dan klik ok. Dibawah  ini  alamat-alamat situs yang bisa anda telusuri.1)       Biro Pusat Statistik (BPS), alamat : http://www.bps/go.id2)       Departemen Pendidikan Nasional, alamat : http://depdiknas.go.id3)       Perpustakaan Nasional Indonesia, alamat : http://www.pnri.go.id4)       Pendidikan tinggi (DIKTI), alamat : http://www.dikti.org5)       English as a Second Language, alamat : http://Esldirectory.com6)       Institut Teknologi Nasional (ITENAS), alamat : http://www.itenas.ac.id7)       Lembaga Manajemen IPWI, alamat : http://www.ipwi.ac.id8)       Universitas Gadjah Mada, alamat : http://www.ugm.ac.id9)       University of Alabama, alamat : http://www.ua .edu10)   Universitas Negeri Jakarta, alamat : http://www.unj.ac.id11)   Universitas Terbuka, alamat : http://www.ut.ac.id12)   Dikmenjur, alamat : http://www.dikmenjur.freehosting.net13)   Hobby Fisika, alamat : http://www.phy.ntnu.edu.tw/java/idex.html atau bisa mengunjungi situs mirror-nya di Indonesia pada : http://www. trisakti.ac.id/vlab/physics/14)   Kuliah melalui Internet , alamat : http://www.IBUteledukasi.com15)   California Departement of Education, alamat : http://www.cde.ca.gov/iasa/  Dan masih banyak lagi alamat situs yang bisa memberikan informasi yang anda perlukan. 
Sebagai sumber informasi maka Internet dapat dipergunakan sebagai bahan pustaka, resources atau bahan rujukan dalam tulisan-tulisan anda. Anda dapat mengutip informasi dari Internet tetapi dengan menyebut sumbernya. Adapun cara menulis daftar rujukan dari internet menurut “Pedoman penulisan karya Ilmiah, Universitas Negeri Malang (2000:74-75) adalah sebagai berikut :
1.       Rujukan dari Internet berupa karya IndividualNama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun, judul karya tersebut (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.Contoh:Hitchcok,S.,  Carr, L.  &  Hall, W. 1996. A Survey of STM Online Journals, 1990-95:  the  calm  before  the storm, (Online),(http: //journal. ecs. soton. ac.uk /survey/survey.html, diakses 12 Juni 1996). 2.       Rujukan dari Internet berupa Artikel dari JurnalNama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun, judul artikel, nama jurnal (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), volume dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, diantara tanda kurung.Contoh : Griffith,  A.I.  1995.    Coordinating   Family   Schools  :   Mothering   for                Schooling.  Education  Policy  Analysis  Archives, (Online), Vol.3,                No. 1, (http://olam.ed.asu.edu/epaa/, diakses 12 Februari 1997). Kumaidi. 1998. Pengukuran  Bekal  Awal  Belajar dan Pengembangan Tes nya. Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online), Jilid 5, No. 4, (http://www.malang.ac.id, diakses 20 Januari 2000). 3.       Rujukan dari Internet Berupa Bahan DiskusiNama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topik bahan diskusi, nama bahan diskusi (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat e-mail sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, diantara tanda kurung.Contoh :Wilson,  D.   20  November  1995.   Summary   of   Citing   Internet  Sites.NETTRAIN Discussion List, (Online), (NEETRAIN@ubvm. cc.buffalo. edu, diakses 22 November 1995). 4.       Rujukan dari Internet berupa E-mail PribadiNama pengirim (jika ada) dan disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan (dicetak miring), nama yang dikirimi disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirim).Contoh :Davis, A.  ( a.davis@uwts.edu.auE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya ).  10  Juni  1996.  Learning  to  Use  WebAuthoring Tools, E-mail kepada Alison Hunter (hunter@ usq.edu.au). Naga, Dali S. ( ikip-jkt@indo.net.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya ). 1 Oktober 1997. Artikel untuk JIP. E- mail kepada Ali Saukah ( jippsi@mlg.ywcn.or.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya ) Mengefisienkan Pencarian Kalau anda mengetahui triknya, maka mencari informasi di internet adalah sesuatu yang mudah dan mengasyikkan. Namun jika tidak, anda harus menelusuri satu persatu  tumpukan informasi yag berada di internet.
Bahkan ketika anda menggunakan mesin pencari (search engine) sekalipun. Cara di bawah ini dapat menghemat waktu, yaitu :1.       Langkah 1. Orang memanfaatkan beragam search engine untuk memudahkan proses pencarian. Saran kami, ikuti tips tersebut, karena search engine memang dimaksudkan sebagai pembantu kita dalam mencari informasi. Umumnya, untuk pencarian yang sangat spesifik, anda bisa memanfaatkan tanda kutip (“). Misalkan anda ingin mencari informasi temtang learner autonomy. Coba ketikkan “Learner autonomy” dalam search engine, maka anda akan mendapatkan deretan info yang mengandung frase learner autonomy. Bedanya, jika anda tidak menggunakan tanda kutip tersebut, maka info yang mengandung learner dan autonomy pun akan dimasukkan bersamaan dengan info yang mengandung frase tadi. Kecuali jika anda sengaja memasudkannya demikian untuk memperluas bidang pencarian.2.       Langkah 2. Gunakan opsi advanced search yang ada pada search engine tersebut. Umumnya tiap search engine memiliki opsi ini. Pada Google misalnya, dalam opsi advanced searchnya anda akan mendapati ragam opsi lain untuk membuat pencarian anda lebih spesifik dan lebih terarah.3.       Langkah 3. Tidak semua link yang diberikan internet berguna untuk pencarian anda. Untuk meneliti apakah sebuah link yang ada sesuai isinya dengan apa yang anda cari, biasanya search engine menyisipkan sedikit cukilan infonya. Sebelum membuka link, coba teliti nukilan infonya dulu.4.       Langkah 4. Jika memang anda merasa pas, barulah anda klik kanan link tersebut, pilih [Open in New Window]. Maka, sebuah window baru akan menggiring anda pada link tersebut. Sementara itu, jendela search engine juga masih dapat anda lihat dengan mudah.5.       Langkah 5. Untuk memudahkan pencarian jenis info yang sama di waktu yang akan datang. Anda bisa menyisipkan link yang anda temukan dalam browser. Dalam internet Explorer, anda bisa menyimpannya dalam menu [Favorites]. Caranya, klik menu [Favorites] kemudian pilih [Add Favorites]. Beri nama sesuai yang anda inginkan. Andapun bisa mengelompokkannya dalam folder tertentu dalam menu Favorites.(Komputeraktif, 19/16 Januari 2002).Butuh search engine?. Coba tuju alamat situs search engine berikut : ·          www.altavista.com·          www.google.com·          www.excite.com·          www.lycos.com 
 D. Komputer sebagai Media Pembelajaran  
Aplikasi komputer dalam bidang pembelajaran memungkinkan berlangsungnya proses belajar secara individual (individual learning). Pemakai komputer atau user dapat melakukan interaksi langsung dengan sumber informasi. Perkembangan teknologi komputer jaringan (computer network/Internert) saat ini telah memungkinkan pemakainya melakukan interaksi dalam memperoleh pengetahuan dan informasi yang diinginkan. Berbagai bentuk interaksi pembelajaran dapat berlangsung dengan tersedianya medium komputer. Beberapa lembaga pendidikan jarak jauh di sejumlah negara yang telah maju memanfaatkan medium ini sebagai sarana interaksi. Pemanfaatan ini didasarkan pada kemampuan yang dimiliki oleh komputer dalam memberikan umpan balik (feedback) yang segera kepada pemakainya. Contoh penggunaan internet ini adalah digunakan oleh Universitas terbuka dalam penyelenggaraan Universitas Terbuka Jarak Jauh disamping mahasiswa mendapat modul untuk proses belajar mengajar dia juga dapat mengakses informasi melalui internet. Kuliah lewat Internet oleh IBUteledukasi.com. Universitas virtual IBUteledukasi ini didirikan oleh Adi sasono, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) bekerjasama dengan Universitas Tun Abdul Razak (Unitar) Malaysia yang sudah lebih dulu menyelenggarakan perkuliahan online.  Pada pendidikan jarak jauh Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. Interaksi pembelajaran pada program Magister Manajemen Rumah Sakit dan Magister Manajemen Pelayanan Kesehatan dilakukan melalui surat elektronik (e-mail) mahasiswa harus menjawab 75% pertanyaan melalui e-mail. Contoh lain pemanfaatan jaringan komputer dilakukan di Universitas Indonesia (UI). Sejak tahun 1994 UI telah mengembangkan infrastruktur informasi yang dikenal dengan nama Jaringan Universitas Indonesia Terpadu (JUITA). JUITA menghubungkan sebelas fakultas dan lembaga-lembaga penting yang ada  di UI  dengan menggunakan jaringan serat optik ( Sri Hartati, dkk 1997 dalam Benny A. Pribadidan  Rosita,  Tita,  2000).

Kelebihan Komputer
 . Heinich dkk. (1986) mengemukakan sejumlah kelebihan dan juga kelemahan yang ada pada medium komputer. Aplikasi komputer sebagai alat bantu proses belajar memberikan beberapa keuntungan. Komputer memungkinkan mahasiswa belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya dalam memahami pengetahuan dan informasi yang ditayangkan. Penggunaan komputer dalam proses belajar membuat mahasiswa dapat melakukan kontrol terhadap aktivitas belajarnya. Penggunaan komputer dalam lembaga pendidikan jarak jauh memberikan keleluasaan terhadap mahasiswa untuk menentukan kecepatan belajar dan memilih urutan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan. Kemampuan komputer untuk menayangkan kembali informasi yang diperlukan oleh pemakainya, yang diistilahkan dengan "kesabaran komputer", dapat membantu mahasiswa yang memiliki kecepatan belajar lambat. Dengan kata lain, komputer dapat menciptakan iklim belajar yang efektif bagi mahasiswa yang lambat (slow learner), tetapi juga dapat memacu efektivitas belajar bagi mahasiswa yang lebih cepat (fast learner).Disamping itu, komputer dapat diprogram agar mampu memberikan umpan balik terhadap hasil belajar dan memberikan pengukuhan (reinforcement) terhadap prestasi belajar mahasiswa. Dengan kemampuan komputer untuk merekam hasil belajar pemakainya (record keeping), komputer dapat diprogram untuk memeriksa dan memberikan skor hasil belajar secara otomatis. Komputer juga dapat dirancang agar dapat memberikan preskripsi atau saran bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar tertentu. Kemampuan ini mengakibatkan komputer dapat dijadikan sebagai sarana untuk pembelajaran yang bersifat individual (individual learning). Kelebihan komputer yang lain adalah kemampuan dalam mengintegrasikan komponen warna, musik dan animasi grafik (graphic animation). Hal ini menyebabkan komputer mampu menyampaikan informasi dan pengetahu-an dengan tingkat realisme yang tinggi. Hal ini me-nyebabkan program komputer sering dijadikan sebagai sarana untuk melakukan kegiatan belajar yang bersifat simulasi. Lebih jauh, kapasitas memori yang dimiliki oleh komputer memungkinkan penggunanya menayangkan kembali hasil belajar yang telah dicapai sebelumnya. Hasil belajar sebelumnya ini dapat digunakan oleh siswa sebagai dasar pertimbangan untuk melakukan kegiatan belajar selanjutnya. Keuntungan lain dari penggunaan komputer dalam proses belajar dapat meningkatkan hasil belajar dengan penggunaan waktu dan biaya yang relatif  kecil. Contoh yang tepat untuk ini adalah program komputer simulasi untuk melakukan percobaan pada mata kuliah sains dan teknologi. Penggunaan program simulasi dapat mengurangi biaya bahan dan peralatan untuk melakukan percobaan. (Benny A. Pribadi dan Tita Rosita, 2002:11-12)
Kekurangan Komputer .  Benny dan Tita (2000) memberi penjelasan. Disamping memiliki sejumlah kelebihan, komputer sebagai sarana komunikasi interaktif juga memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan pertama adalah tingginya biaya pengadaan dan pengembangan program komputer, terutama yang dirancang khusus untuk maksud pembelajaran. Disamping itu, pengadaan, pemeliharaan, dan perawatan komputer yang meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) memerlukan biaya yang relatif tinggi. Oleh karena itu pertimbangan biaya dan manfaat (cost benefit analysis) perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk menggunakan komputer untuk keperluan pendidikan. Masalah lain adalah compatability dan incompability antara hardware dan software. Penggunaan sebuah program komputer biasanya memerlukan perangkat keras dengan spesifikasi yang sesuai. Perangkat lunak sebuah komputer seringkali tidak dapat digunakan pada komputer yang spesifikasinya tidak sama. Disamping kedua hal di atas, merancang dan memproduksi program pembelajaran yang berbasis komputer (computer based instruction) merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Memproduksi program komputer merupakan kegiatan intensif yang memerlukan waktu banyak dan juga keahlian khusus. 
Penggunaan Jaringan Komputer untuk Pembelajaran . Teknologi jaringan komputer/internet memberi manfaat bagi pemakainya untuk melakukan komunikasi secara langsung dengan pemakai lainnya. Hal ini dimungkinkan dengan diciptakannya sebuah alat bernama modem. Jaringan komputer/internet memberi kemungkinan bagi pesertanya untuk melakukan komunikasi tertulis dan saling bertukar pikiran tentang kegiatan belajar yang mereka lakukan. Jaringan komputer dapat dirancang sedemikian rupa agar dosen dapat berkomunikasi dengan mahasiswa dan mahasiswa dapat melakukan interaksi belajar dengan mahasiswa yang lain. Interaksi pembelajaran dengan menggunakan jaringan komputer tidak saja dapat dilakukan secara individual, tetapi juga untuk menunjang kegiatan belajar kelompok. Pemanfaatan jaringan komputer dalam sistem pendidikan jarak jauh dikenal juga dengan istilah Computer Conferencing System (CCF). Biasanya sistem ini dilakukan melalui surat elektronik atau E-mail. Beberapa kelebihan pemanfaatan jaringan komputer dalam sistem pendidikan jarak jauh yaitu: dapat memperkaya model-model tutorial, dapat memecahkan masalah belajar yang dihadapi mahasiswa dalam waktu yang lebih singkat dan dapat mengatasi hambatan ruang dan waktu dalam memperoleh informasi. CCF memberi kemungkinan bagi mahasiswa dan dosen untuk melakukan interaksi pembelajaran langsung antar individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok (Mason, 1994 dalam Benny A. Pribadi dan TitaRosita, 2002:13-14) 
E. Penutup
Penggunaan komputer yang dihubungan dengan jaringan komputer terluas di dunia yang bernama Internet merupakan keharusan bagi praktisi pendidikan terutama Dosen/Guru dan mahasiswa/siswa. Berdasarkan hasil penelitian di AS (Honey & Henriquez, 1993), bahwa bagi kalangan pendidikan (guru, dosen, peneliti, pengembang), internet membuat mereka lebih terbuka wawasannya, terlepas dari rasa keterasingannya serta meningkat profesionalisme dan kemandirian. Hal ini dimungkinkan bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi pendidikan, internet memberi kesempatan luas untuk memperoleh informasi dengan kecepatan tinggi dan dengan cara yang mudah, serta dapat berkomunikasi satu sama lain. Dengan internet, apa yang oleh Gerstner dkk dalam “The Learning Gap” (1992) dikatakan bahwa “guru, tenaga kependidikan, dan mengajar merupakan profesi yang kesepian dan terasing” dapat dipecahkan dengan adanya jaringan komputer ini. (Dedi Supriadi, 2000:340). Memang ada beberapa ekses dalam Internet yang berakibat negatif , kita dapat mengintip gosip-gosip  politik yang tanpa sensor baik di dalam maupun di luar negeri. Bahkan bisa gara-gara chatting rumah tangga bisa berantakan, pasalnya chatting digunakan untuk memadu asmara. Jika terlalu asik sampai lupa waktu ber-internet kita bisa membayar mahal pulsa telepon. Namun penulis yakin ekses positif dari internet jelas nyata bagi mereka-mereka yang haus informasi, pengetahuan demi peningkatan mutu profesionalitas dirinya dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia baik. Yani, murid kelas III SMK Negeri 1 Samarinda menulis kesannya tentang Internet, sebagai berikut : Melalui internet kita dapat mengakses semua informasi yang terjadi di seluruh dunia dan mempermudah pencarian data yang dibutuhkan. Dengan memperoleh informasi yang aktual, menjadikan kita maju selangkah sehingga wawasan kita selalu bertambah. Selain itu melalui internet kita bisa menambah teman dari berbagai belahan dunia. Jika kebetulan membuka Browsing bekas orang lain, kadang-kadang menemukan situs-situs porno. Selain itu, biayanya cukup mahal, kondisi ini menjadi kendala bagi setiap orang yang ingin belajar. Untuk PT Telkom, sebaiknya menyediakan layanan internet terpadu bagi SMK dengan harga lebih murah. (Swa Bisnis, Desember 2000).    
Daftar Rujukan  
Anonim, 2000.Pedoman penulis dan Karya Ilmiah, Universitas negeri Malang.Heinich, R. dkk. 1996. Instructional Media and Technology for Learning. New Jersey: Prentice Hall, Inc.Komputeraktif (Majalah), 2000. 19/16 Januari, Gramedia Group, Jakarta Nugroho, Adi & Bakhri, Syaiful,1977. Global Internet, CV Aneka , Solo Pribadi,  Benny A.  dan  Rosita,  Tita,  2000.  Prospek  Komputer  Sebagai  Media  Pembelajaran     Interaktif   Dalam  Sistem   Pendidikan   Jarak   Jauh    di Indonesia. Jurnal Pendidikan(Online), Jilid 6, No. 4, (http://www.ut.ac.id, diakses 20 Januri 2000).  Purnomo, Wahyu , Pelatihan Internet (hand out), Diknas Prop. Kaltim, 2000 Republika (SK Harian), Selasa, 17 Oktober 2000, Yayasan Abdi Bangsa, Jakarta. Supriadi,Dedi,  2000. Mengangkat Citra dan Martabat Guru, Adicita karya Nusa,  Jakarta. Swa Bisnis (Tabloid SMK), 2000. Edisi Desember, Dirjen Dikmenjur, Jakarta

INFLASI


Inflasi

Inflasi adalah fenomena kenaikan harga-harga pada sebuah lingkup ekonomi. Tingkat inflasi biasanya diberikan dalam persentase. Jika inflasi pada sebuah tahun adalah 10%, maka rata-rata harga barang pada akhir tahun lebih mahal 10% daripada di awal tahun. Atau dengan kata lain, nilai yang bisa dibeli oleh sejumlah uang berkurang 10% pada akhir tahun dibandingkan dari awal tahun.
Inflasi dihitung secara statistik dengan mengambil sampel harga-harga di pasaran. Karena itu bisa saja perhitungan inflasi dari dua buah pihak berbeda antara satu dan yang lainnya. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor perbedaan cara pengambilan data, metodologi yang berbeda, fokus penghitungan, serta waktu pengambilan sampel yang berbeda.
Menghitung Inflasi Kumulatif
Menghitung tingkat inflasi selama beberapa tahun tidak dapat dilakukan dengan menjumlahkan begitu saja tingkat inflasi per tahun. Perhitungan harus dilakukan dengan cara ‘penjumlahan geometris’. Sebagai contoh ingin dilakukan perhitungan tingkat inflasi selama dua tahun dimana inflasi pada tahun pertama adalah 5% dan pada tahun kedua sebesar 20%. Maka besar inflasi dari 1 Januari tahun pertama sampai 31 Desember tahun kedua adalah (1+5%) * (1+20%) - 100% == 26%.
Dengan menggunakan spreadsheet seperti Gnumeric, OpenOffice.org Calc atau *gasp* Microsoft Excel, perhitungan inflasi kumulatif dapat memanfaatkan fungsi GEOMEAN() yang berfungsi untuk mencari rata-rata geometris dari parameter-parameternya. Contoh di atas jika dihitung dengan bantuan spreadsheet dapat dituliskan menjadi =GEOMEAN(1+5%, 1+20%)^2-100%. Dengan 2 pada pangkat 2 adalah jumlah tahun yang dihitung.
Contoh Penerapan Penghitungan Inflasi Sehari-hari
Tingkat inflasi dapat digunakan oleh pemberi dan penerima gaji sebagai salah satu faktor untuk menentukan tingkat kenaikan gaji. Sebagai contoh, seorang pekerja menerima gaji Rp 2 juta pada 1 Januari 2002. Karena itu wajar jika dia meminta kenaikan gaji kurang lebih 11.8% pada 31 Desember 2002 sesuai tingkat inflasi pada tahun tersebut, tentunya setelah mempertimbangkan faktor-faktor lainnya. Jika dia tidak mendapat kenaikan gaji, maka pendapatannya secara efektif berkurang sebesar 11.8%.
Jika ada yang memiliki data waktu awal penetapan gaji anggota DPR yang berlaku saat ini, maka dapat dihitung besarnya depresiasi gaji tersebut dan dapat pula diketahui berapa besar gaji yang pantas. Tentunya inflasi hanyalah sebuah variabel di antara variabel-variabel lainnya.
Gaji pertama saya pada tahun 1996 yang cuma Rp 350 ribu per bulan ternyata bernilai sama dengan Rp 1.120.000 pada tahun 2005. Ah, ternyatagak jelek-jelek amat :).
Supaya efektif mendapatkan keuntungan, maka perkembangan investasi haruslah di atas tingkat inflasi. Sebagai contoh, menyimpan uang dalam bentuk deposito pada awal tahun 2005 kemungkinan besar tidak menguntungkan karena bunga deposito hanyalah sekitar 5.75%, sedangkan inflasi dalam empat tahun terakhir selalu di atas 6%. Jika pada 1 Januari 2005 uang sebesar Rp 10 juta didepositokan, maka pada 1 Januari 2006 uang tersebut akan berkembang sebesar 5.75% yaitu menjadi Rp 10.575.000. Walaupun angkanya lebih besar, nilainya lebih kecil dibandingkan pada awal investasi karena pada masa tersebut harga-harga kebutuhan diperkirakan meningkat lebih besar daripada 5.75%.
Produk hukum biasanya mengesampingkan faktor inflasi sehingga nilai hukuman denda selalu berkurang seiring dengan perkembangan waktu. Sebagai contoh berikut ini adalah kutipan Pasal 59 ayat 1 UU No. 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor dan tidak dapat menunjukkan surat izin mengemudi sebagaimana dimaksud dalam pasal 18 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah).
Dua juta Rupiah pada tahun 1992 adalah jumlah yang sangat besar. Sedangkan dua juta Rupiah pada awal tahun 2005 memiliki nilai yang setara dengan kurang lebih Rp 445 ribu pada tahun 1992. Jadi pengemudi yang tidak dapat menunjukkan SIM pada tahun 1992 secara efektif didenda kurang lebih 4.5 lebih besar daripada pelanggaran serupa jika dilakukan pada tahun 2005. Sedangkan hukuman kurungan tidak ada perbedaan antara 1992 dan 2005. Jika anda melihat produk perundangan tahun 60-an yang masih berlaku, maka anda dapat saja menjumpai angka-angka denda yang tidak wajar untuk haree genee, misalnya Rp 1000 atau Rp 2000.
Jika A meminjam uang dari B pada 1 Januari 2004 sebesar 10 juta Rupiah. Kemudian pada 31 Desember 2004, B mengembalikannya kepada A dengan jumlah uang yang sama. Maka selama B memakai uang tersebut, nilai efektifnya berkurang sebesar 6.1%. 10 juta pada 31 Desember 2004 bernilai 6.1% lebih kecil daripada 10 juta pada 1 Januari 2004. Karena membungai pinjaman tidak etis dan dilarang oleh agama tertentu, maka jika anda meminjam uang janganlah terlalu lama :).
Tabel Inflasi Indonesia
Berikut adalah tabel inflasi Indonesia dari tahun 1980 sampai 2006.
  • 1980: 18.4%
  • 1981: 12.2%
  • 1982: 9.6%
  • 1983: 11.8%
  • 1984: 10.3%
  • 1985: 4.8%
  • 1986: 5.8%
  • 1987: 9.3%
  • 1988: 8.1%
  • 1989: 6.4%
  • 1990: 7.9%
  • 1991: 9.4%
  • 1992: 7.5%
  • 1993: 9.7%
  • 1994: 8.5%
  • 1995: 9.4%
  • 1996: 7.9%
  • 1997: 6.2%
  • 1998: 58.0%
  • 1999: 20.7%
  • 2000: 3.8%
  • 2001: 11.5%
  • 2002: 11.8%
  • 2003: 6.8%
  • 2004: 6.1%
  • 2005: 7.0% (perkiraan)
  • 2006: 6.5% (perkiraan)
Sumber: Dana Moneter Internasional. Lihat juga versi dari Biro Pusat Statistik.

Implemtasi Teori Belajar


Implementasi Teori Belajar
PDF
Cetak
E-mail

Pemahaman guru akan pengertian dan makna belajar akan mempengaruhi tindakannya dalam membimbing peserta didik untuk belajar. Guru yang hanya memahami belajar hanya agar murid bisa menghafal tentu beda cara mengajarnya dengan guru yang memahami belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku.Untuk itu guru penting memahami pengertian belajar dan teori-teori belajar . Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku atau kecakapan manusia berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu beriteraksi dengan lingkungannya.

W.H. Burton (1952) mendefinisikan belajar : “Learning is a change in the individual due to instruction of that individual and his environment, which fells a need and makes him more capable of dealing adequately with his environment”.  Dari pengertian tersebut ada kata ‘change” maksudnya bahwa seseorang yang telah mengalami proses belajar akan mengalami perubahan tingkah laku baik dalam kebiasaan (habit), kecakapan-kecakapan (skills) atau dalam tiga aspek yaitu pengetahuan (kognitif), sikap (affektif), dan ketrampilan (psikomotor). Sedang Ernest R. Hilgard dalam B. Simandjuntak dan IL. Pasaribu (1981) mengemukakan “Belajar adalah suatu proses  perubahan kegiatan karena reaksi terhadap lingkungan, perubahan tersebut tidak dapat disebut belajar apabila disebabkan oleh pertumbuhan atau keadaan sementara seseorang seperti kelelahan atau disebabkan obat-obatan”. Teori belajar pada umumnya dibagi menjadi 3  golongan, dengan mempelajari  teori ini guru dapat memahami dasar proses belajar beserta dalil-dalilnya sehingga guru dapat memanajemen proses belajar mengajar. 

A. Behaviourisme
Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. Tokoh utama aliran ini adalah J.B. Watson. Watson membaca karya Pavlov dia merasa mendapatkan model yang cocok untuk pendiriannya, untuk menjelaskan  tingkah laku manusia. Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini, diantaranya :  

1. Classical Conditioning (Ivan Petrovich Pavlov 1849-1936)
Teori ini dikemukkan  oleh Pavlov yang kemudian dipelopori oleh Guthric, Skinner yang berhaluan behavioris. Pavlov mengadakan eksperimen disebut Condition reflex karena yang dipelajari gerakan otot sederhana yang secara otomatis bereaksi terhadap suatu perangsang tertentu. Reflex  dapat ditimbulkan oleh perangsang yang lain yang dahulunya tidak menimbulkan reflex tadi.  Kesimpulan Pavlov (Sumadi Suryabrata :1987): Pertanda/signal dapat memainkan peranan penting alam adaptasi hewan terhadap sekitarnya. Reaksi mengeluarkan air liur pada anjing karena mengamati pertanda mula mula disebut reflek bersyarat (Conditional Rreflex/CR). Pertanda atau signal disebut perangsang bersyarat (Conditioned Stimulus/CS). Makanan disebut perangsang tak bersyarat (Unconditioned Stimulus/US). Sedangkan keluarnya air liur karena makanan disebut refleks tak bersyarat (Unconditioned Reflex/UR). Teori ini menekankan bahwa belajar terdiri atas pembangkitan respons dengan stimulus yang pada mulanya bersifat netral atau tidak memadai. Melalui persinggungan (congruity) stimulus dengan respos, stimulus yang tidak memadai untuk menimbulkan respons tadi akhirnya mampu menimbulkan resposns.(Oemar Hamalik :2000).Implikasi teori belajar ini dalam pendidikan adalah :
  1. Tingkah laku guru mengharapkan murid menghafal secara mekanis/otomatis
  2. Verbalitis karena tingkah laku mechanistis dan reflektif.
  3. Guru tersebut membiasakan muridnya dengan latihan
  4. Sekolah D (duduk), tidak ada inisiatif karena perasaan, pikiran tak mengarahkan tingkah laku
  5. Guru hanya memberi tugas tanpa disadari oleh muridnya
  6. Guru tidak memperhatikan individual differences
  7. Guru menggunakan “learning by parts” sampai tak ada hubungan
  8. Guru menyuapi murid saja dan murid menerima yang diolah guru, jadi guru aktif.

Hal ini terjadi karena (menurut teori belajar conditioning) :a.      Terbentuknya tingkah laku sangat sederhana dan mekanistis reflektifb.      Peranan perasaan, kemauan, pikiran, kepribadian tak mengarahkan tingkah laku. Jadi manusia sajac.      Tak sanggup menganalisa tingkah laku yang kompleks dimana tenaga rohani sebagai pendorong.d.      Terbentuknya tingkah laku karena habis formation. 

2. The Law Of Effect (Edward L.Thorndike;1874-1949) : S-R  Theory
Thorndike berpendapat , bahwa yang menjadi dasar belajar ialah asosiasi antara kesan panca indra (sense impression) dengan impulse untuk bertindak (impulse to action). Bentuk belajar oleh Thorndike disifatkan dengan “Trial and Error learning” atau “learning by selecting and connecting. Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya: a. Law of Readiness; artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit), dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. b. Law of Exercise; artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat, jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih. c. Law of Effect; artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan, maka hubungan Stimulus - Respons akan semakin kuat. Sebaliknya, semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons, maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus- Respons. Law of effect ini menunjukkan kepada makin kuat atau makin lemahnya hubungan sebagai akibat daripada hasil respon yang dilakukan. Apabila suatu hubungan atau koneksi disebut dan ditandai  atau diikuti oleh keadaan yang memuaskan , maka kekuatan hubungan itu akan bertambah, sebaliknya apabila suatu koneksi dibuat dan disertai atau diikuti oleh keadaan yang tidak memuaskan, maka kekuatan  hubungan itu akan berkurang (Sumadi Suryabrata:1987).

Dalam Law of effect, segala tingkah laku yang mengakibatkan keadaan yang menyenangkan akan diingat. Dan tingkah laku yang menyenangkan mudah untuk dipelajari begitu pula sebaliknya. Thorndike berkesimpulan bahwa belajar adalah hubungan antara stimulus dan respons. Itulah sebabnya teori ini disebut SR Bond Theory atau  S-R Psycology of Learning” atau S-R Theory disebut juga teori “Trial and Error Learning” Berdasarkan teori belajar tersebut , maka implikasinya bagi dalam pendidikan sebagai berikut  (B. Simandjuntak dan IL. Pasaribu:1981): a.      Tak memperhatikan individual differences.b.      Kadang-kadang lupa akan tujuan pokok, karena terlalu memperhatikan alat (reward)c.      Biasanya yang berhasil adalah murid yang struggle untuk menerima hadiah (reward) Hal ini didasarkan pada pendapat teori diatas :a.      Manusia belajar karena kepuasan untuk memperoleh ganjaranb.      Tingkah laku terbentuk karena hasil trial & error dan law of effectc.      Yang dilakukan seseorang disebabkan kesenangan sehingga berlangsung secara otomatis conditioning.  Praktik belajar seperti cocok digunakan untuk memotivasi peserta didik dengan pemberian hadiah/ganjaran/reward. Namun penggunaannya hanya saat-saat tertentu dan dalam keadaan yang memungkinkan. Sebab jika dilakukan terus menerus peserta didik cenderung mau belajar karena akan memperoleh reward, lalu kalau reward ditiadakan peserta didik apakah masih mau belajar. Segala yang menyenangkan  (law of effect) akan diingat oleh peserta didik dan akan mudah dipelajari oleh peserta didik, maka berdasarkan teori ini guru harus mampu menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan. Guru harus mampu membuat pelajaran matematika yang menyeramkan menjadi yang menyenangkan. 

3. Operant conditioning (Baron. F. Skinnner; 1904 –1990) : Reward & Punishment (Positive and Negative reinforcement) 
Sebagaimana tokoh behavour lainnya, Skinner juga memikirkan tingkah laku sebagai hubungan antara perangsang dan response, hanya saja  Skinner membedakan dua macam response : (1) responden response (reflextive response), yaitu respon yang ditimbulkan oleh perangsang-perangsang tertentu, Perangsang demikian disebut eliciting stimuli, menimbulkan respose yang relatif sama; dan (2) Operant response (instrumental response) yaitu response yang timbul dan berkembangnya diikuti oleh perangsang-perangsang tertentu. Perangsang demikian disebut reinforcing stimuli atau reinforcer karena perangsang-perangsang tersebut memperkuat response yang telah dilakukan oleh organisme.  

Implikasi dalam dunia pendidikan dari teori ini :a.      Anak yang telah belajar akan menjadi giat belajar jika mendapat hadiahb.      Hadiah yang diberikan kepada peserta didik tidak harus berupa barangc.      Inovasi Pengajaran sebagian besar disusun berdasarkan teori Skinner, yaitu memberikan dasar teknologi pendidikan yang banyak digunakan di Indonesia seperti PPSI, modul dan pengajaran tuntas. Teori ini  belajar ini cocok untuk pendidikan modern dengan menggunakan inovasi-inovasi baru misalnya belajar model konferensi dengan bantuan komputer yang saling berhubungan (internet) sehingga dapat meningkatkan Operan response peserta didik menjadi lebih intensif/kuat. Teori ini masih berkembang di Amerika, tentu saja untuk Indonesia juga masih sangat cocok. 

4. Social Learning (Albert Bandura)  
Teori Belajar Sosial disebut Teori Observational Learning (Belajar Observasional  dengan pengamatan ).  Tokoh utama teori ini adalah Albert Bandura. Bandura memandang tingkah laku manusia bukan semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S – R Bond), melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitip manusia itu sendiri.  Prinsip Dasar Social learning : a.      Sebagian besar dari yang dipelajari manusia terjadi melalui: peniruan (imitation), penyajian contoh perilaku (modeling).b.      Dalam hal ini, seorang peserta didik belajar mengubah perilaku sendiri melalui penyaksian cara orang/ sekelompok orang mereaksi / merespon sebuah stimulus tertentu. c.      Peserta didik dapat mempelajari respons-respons baru dengan cara pengamatan terhadap perilaku contoh dari orang lain, misalnya : guru / orang tuanya. Pendekatan teori belajar sosial terhadap proses perkembangan sosal dan moral peserta didik ditekankan pada perlunya conditioning (pembiasaan merespons) dan imitation (peniruan). Prosedur-prosedur Social learning :a . Conditioning.   Prosedur belajar dalam mengembangkan perilaku social dan moral pada dasarnya sama dengan prosedur belajar dalam mengembangkan perilaku-perilaku lainnya, yakni dengan ; Reward (ganjaran / memberi hadiah/ mengganjar), Punishment (hukuman / memberi hukuman). Dasar pemikirannya : Sekali seorang peserta didik mempelajari perbedaan antara perilaku-perilaku yang menghasilkan ganjaran (reward) dengan perilaku-perilaku yang mengakibatkan hukuman (punishment), ia senantiasa berpikir dan memutuskan perilaku social mana yang perlu ia perbuat. Komentar orang tua / guru : ketika mengganjar/menghukum peserta didik merupakan faktor yang penting untuk proses penghayatan peserta didik tersebut terhadap moral standards (patokan-patokan moral ). Orang tua dan guru  diharapkan memberi penjelasan agar peserta didik tersebut benar-benar paham mengenai jenis perilaku mana yang menghasilkan ganjaran dan jenis perilaku mana yang menimbulkan sangsi. Reaksi-reaksi seorang peserta didik terhadap stimulus yang ia pelajari adalah hasil dari adanya pembiasaan merespons sesuai dengan kebutuhan.Melalui proses pembiasaan merespons (conditioning) ini, menemukan pemahaman bahwa ia dapat menghindari hukuman dengan memohon maaf yang sebaik-baiknya agar kelak terhindar dari sanksi.b.  Imitation (peniruan).

Dalam hal ini, orang tua dan guru seyogyanya memainkan peran penting sebagai seorang model / tokoh yang dijadikan contoh berperilaku sosial dan moral bagi peserta didik. Contoh : Mula-mula seorang peserta didik mengamati model gurunya sendiri yang sedang melakukan sebuah sosial, umpamanya menerima tamu, lalu perbuatan menjawab salam, berjabat tangan, beramah-tamah, dan seterusnya yang dilakukan model itu diserap oleh memori peserta didik tersebut. Diharapkan, cepat/lambat peserta didik tersebut mampu meniru sebaik-baiknya perbuatan social yang dicontohkan oleh model itu. Kualitas kemampuan peserta didik dalam melakukan perilaku social hasil pengamatan terhadap model tersebut, antara lain bergantung pada ketajaman persepsinya mengenai ganjaran dan hukuman yang berkaitan dengan benar dan salahnya perilaku yang ia tiru dari model tadi. Selain itu, tingkat kualitas imitasi tersebut juga bergantung pada persepsi peserta didik “ siapa “ yang menjadi model. Maksudnya, semakin piawai dan berwibawa seorang model, semakin tinggi pula kualitas imitasi perilaku social dan moral peserta didik tersebut. Jadi dalam Social Learning, anak belajar karena contoh lingkungan. Interaksi antara anak dengan lingkungan akan menimbulkan pengalaman baru bagi anak-anak. Sebagai contoh hasil belajar ini adalah keagresifan anak bukan tidak mungkin disebabkan oleh tayangan kekerasan dalam film-film laga di Televisi. Anak-anak SLTP, SLTA cara memakai baju yang ketat, tidak rapi, gaya bicara yang prokem ternyata akibat nonton tayangan televisi yang menyajikan sinetron remaja. Anak-anak yang konsumerisme/suka jajan ternyata pengaruh lingkungan yang memberikan contoh konsumerisme. Maka disini perlu peran dari orang tua, dan guru sebagai panutan bagi anak. Agar kedua tokoh ini dapat memberikan bantuan penyelesaian masalah anak-anak dengan baik.  

B. Cognitivism (Piaget)
Pandangan tentang teori belajar ini meliputi kemampuan atau mengatur kembali dari  susunan pengetahuan melalui proses kemanusiaan dan penyimpanan informasi. Pendapat Jean Piaget mengenai perkembangan proses belajar pada anak-anak adalah sebagai berikut (Slameto:1995):a.      Anak mempunyai struktur mental yang berbeda dengan orang dewasa. Mereka bukan merupakan orang dewasa dalam bentuk kecil, mereka mempunyai cara yang khas  untuk menyatakan kenyataan dan untuk menghayati dunia sekitarnya. Maka memerlukan pelayanan tersendiri dalam belajar.b.      Perkembangan mental pada anak melalui tahap-tahap tertentu menurut suatu urutan yang sama bagi semua orang.c.      Walaupun berlangsungnya tahap-tahap perkembangan itu melalui suatu urutan tertentu, tetapi jangka waktu untuk berlatih dari satu tahap ke tahap yang lain tidaklah selalu sama pada setiap anak.d.      Perkembangan mental anak dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu :
    • kemasakan
    • pengalaman
    • interaksi social
    • equilibration (proses dari ketiga faktor diatas bersama-sama untuk membangun dan memperbaiki struktur mental)
Piaget membagi 4 tingkat perkembangan kemampuan otak untuk berpikir mengembangkan pengetahuan (cognitif) :
  1. Sensory motor (umur 2 tahun)
  2. Preoprational (umur 2-7 tahun)
  3. Concret Operational (umur 7-11 tahun)
  4. Format Operational (umur 11 tahun ke atas)

 Skema sensor adalah prilaku terbuka yang bersifat jasmaniah yang tersusun secara sistematis dalam diri bayi/anak yang merespon lingkungan. Sedangkan skema kognitif adalah tatanan tingkah laku untuk memahami dan menyimpulkan lingkungan yang direspon. Ada dua macam kecakapan kognitif peserta didik yang amat perlu dikembangkan segera, khususnya oleh guru, yakni :
  1. Strategi belajar memahami isi materi pelajaran
  2. Strategi meyakini arti penting isi materi pelajaran dan aplikasinya serta menyerap pesan-pesan moral yang terkandung dalam materi pelajaran

Belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik, yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif, mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan.Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah :
  1. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak.
  2. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya.
  3. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing.
  4. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya.
  5. Di dalam kelas, anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya.

C. Constructivism
Teori belajar Kontstruksi  merupakan teori-teori yang menyatakan bahwa peserta didik itu sendiri yang harus secara pribadi menemukan dan menerapkan informasi kompleks, mengecek informasi baru dibandingkan dengan aturan lama dan memperbaiki aturan itu apabila tidak sesuai lagi. Konstruktivisme lahir dari gagasan Jean Piaget dan Vigotsky dimana keduanya menekankan bahwa perubahan kognitif hanya terjadi jika konsepsi-konsepsi yang telah dipahami diolah melalui suatu proses ketidakseimbangan dalam upaya memakai informasi-informasi baru.  Hakikat dari teori konstruktivism adalah ide bahwa peserta didik harus menjadikan informasi itu miliknya sendiri.

Teori ini memandang peserta didik secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan-aturan lama dan memperbaiki aturan-aturan tersebut. Salah satu prinsip paling penting adalah guru tidak dapat hanya semata-mata memberikan pengetahuan kepada peserta didik, peserta didik harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri., guru hanya membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi peserta didik dengan memberikan kesimpulan kepada peserta didik untuk menerapkan sendiri ide-ide dan  mengajak peserta didik agar peserta didik menyadari dan secara sadar menggali strategi-strategi mereka sendiri untuk belajar. 

Pendekatan konstruktivism dalama pengajaran lebih menekankan pada pengajaran Top-Down daripada Bottom-Up. Top-Down berarti peserta didik mulai dengan masalah-masalah yang kompleks untuk dipecahkan dan selanjutnya memecahkan atau menemukan (dengan bantuan guru) keterampilan-ketrampilan dasar yang diperlukan. Constructivism dibagi tiga yaitu Zone of Proximal Development; Cognitive Apprenticeship;Scaffolding  a.      Zone of Proximal Development atau zona perkembangan terdekat adalah ide bahwa peserta didik belajar konsep paling baik apabila konsep itu berada dalam zona perkembangan terdekat mereka. b.      Cognitive Apprenticeship, konsep lain yang diturunkan dari teori Vygotsky menekankan pada dua-duanya hakikat sosial dari belajar dan zona perkembangan terdekat adalah pemagangan kognitif .c.      Scaffolding atau mediated learning, akhirnya teori Vygotsky  menekankan bahwa scaffolding atau mediated learning atau dukungan tahap demi tahap untuk belajar dan pemecahan masalah sebagai suatu hal penting dalam pemikiran konstruktivism modern. 

Prinsip-prinsip konstruktivisme telah banyak digunakan dalam pendidikan sains dan matematika. Prinsip-prinsip yang sering diambil dari konstruktivisme antara lain : (1) pengetahuan dibangun oleh peserta didik secara aktif; (2) tekanan proses belajar mengajar terletak pada peserta didik; (3) mengajar adalah membantu peserta didik belajar; (4) tekanan dalam proses belajar lebih pada proses dan bukan pada hasil belajar; (5) kurikulum menekankan pada partisipasi peserta didik; (6) guru adalah fasilitator (Paul Suparno:1997). Penulis menyarankan agar konstruktivisme ini digunakan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar bentuk yang bisa dilakukan diantaranya konsep pembelajar mandiri (learner utonomy), belajar kelompok (cooperative learning).Guru hanya sebagai mediator, selanjutnya peserta didik secara sendiri-sendiri maupun kelompok aktiv untuk memecahkan persoalan yang diberikan guru sehingga mereka dapat membangun pengetahuan. 

Rujukan :
B. Simandjuntak dan IL. Pasaribu, Psikologi Perkembangan, Tarsito, Bandung. 1981
Oemar Hamalik, Psikologi Belajar dan Mengajar, Sinar Baru Algensindo, Jakarta, 2000
Paul Suparno, Filsafat Konstruktivisme Dalam Pendidikan, Kanisius, Yogyakarta, 1997
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, Rineka Cipta, Jakarta, 1995Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, Rajawali Pers, Jakarta, 1987W.H. Burton, The Guidances of Learning Activities, Appleton Century Crofts, New York, 1952